Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

#1Hari1Ayat Hari ke-29 (Q.S. At-Takatsur [102] : 8) "Untuk Semuanya, Siap?"

by - Wednesday, January 29, 2014



 
 
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”.
(Q.S. At-Takatsur [102] : 8)

Hal apa sih yang hingga saat ini kamu rasakan? Nikmat pemberian-Nya yang selama bertahun-tahun hidup di dunia ini? Pernah merasa bangga terhadap apa yang diberikan-Nya? Lebihnya lagi malah menyombongkan diri atas segala hal yang merupakan pemberian-Nya tapi nggak pantas kita sombongkan. Ayo lho, coba ingat-ingat lagi hal apa saja yang pernah kita ‘pakai’ untuk menceritakan dengan maksud pamer pada orang lain :D

Harta


Setiap orang punya harta kok, nggak harus dalam bentuk uang atau materi lainnya, harta itu bisa berupa segala sesuatu yang kita punya, kita miliki, dan hak kita untuk memakainya, entah itu sekarang atau di hari mendatang. Kalau kebanyakan orang menganggap harta sama dengan uang, wajar sih ya, tapi kan istilahnya nggak merujuk kepada uang aja kan? :D Nah..., (harusnya) dengan harta itu, kita makin bisa mendekatkan diri pada-Nya, dengan nggak terpengaruh sama harta, anggaplah harta hanya sebagai jalan kita untuk semakin dekat kepada-Nya, bukan malah sebaliknya. Dan inilah yang dinamakan dengan zuhud.


Kekuasaan

Kamu seorang pemimpin? Pasti dong! Setiap orang adalah pemimpin, setidaknya pemimpin bagi sendiri dulu, lebih baiknya pemimpin untuk orang lain. Tau nggak sih kalau pemimpin itu biasanya sering dikaitkan sama kekuasaan? Bisa jadi ya! Seorang pemimpin (suatu penguasa) pasti memiliki kekuasaan/kedudukan/jabatan yang mungkin membedakannya dengan orang lain. Tapi..., jangan sampai lho dengan punya kekuasaan itu malah jadi semena-mena. Kalau otoriter sih tergantung aja ya, pemimpin (mungkin) bisa otoriter pada beberapa waktu tertentu, tergantung situasi dan kondisi apa yang sedang terjadi.

Popularitas

Syifa bukan artis kok, bukan. Masuk di tv aja nggak pernah. Iya, kan buat masuknya aja nggak muat :P Tapi..., setiap kita itu artis lho, dengan Allah sebagai sutradara dan penulis skenario terbaik, dan dunia adalah panggungnya, dimana kita bisa menjalankan apa saja yang ingin kita lakukan, eits... sesuai apa yang telah dituliskan-Nya lho :)) Tapi pernahkah merasa bahwa diri kita populer? Nggak harus jadi artis dulu kok, misalnya nih populer dalam suatu hal yang kaitannya sama sekolah. Kadang, kalau kita lupa diri, bawaannya malah sombong lho. Hati-hati ya (Syifa dan kamu)...

Cantik dan/atau Ganteng

Setiap manusia itu diciptakan dengan penciptaan-Nya yang sebaik-baiknya. Buat yang perempuan, pasti cantik. Buat yang laki-laki, pasti ganteng. Nggak ada lho manusia yang jelek, pangeran ‘The Beast’ pasangannya Aurora aja bisa jadi ganteng, masa kita nggak sih? Tapi..., jangan sampai dengan kecantikan/kegantengan yang kita punya, malah bikin diri jadi lupa, merasa bahwa orang lain nggak secantik/seganteng kita.

Overall, apapun yang kita miliki, kita boleh kok membanggakannya, tapi bukan bermaksud untuk pamer lho. Apalagi kalau dibesar-besarkan, sayangnya apa yang telah kita usahakan hasilnya malah nihil gara-gara diri yang terlalu bermegah-megahan. Di dunia aja udah gitu, apalagi nanti di akhirat? :))
Source : @AlFatihStudios

You May Also Like

0 komentar

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa