Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

#1Hari1Ayat Hari ke-21 (Q.S. Al-Mu’minuun [23] : 115) "Mari Bercermin Diri"

by - Tuesday, January 21, 2014




“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
(Q.S. Al-Mu’minuun [23] : 115)


Dalam keseharian kehidupan kita, disadari atau tidak kita sering bercermin (apalagi perempuan). Nggak pernah ada bosannya walau sekalipun padahal wajah yang kita tatap masih sama aja, hidung yang ada masih nempel di situ, mata pun masih ada, lantas tak pernah ada cerita mulut tertukar dengan telinga. Bahkan..., hampir di setiap kesempatan pasti kita berusaha menyempatkan diri untuk bercermin. Mengapa demikian? Alasannya adalah karena kita ingin selalu berpenampilan baik, bahkan terlihat sempurna. Kita sangat tidak ingin berpenampilan mengecewakan, apalagi kusut dan acak-acakan tak  karuan.

Penampilan adalah cermin pribadi kita. Orang yang rapi dan bersih menampilkan pribadi yang bersih dan rapi pula. Begitupun sebaliknya, orang yang penampilannya kucel, kumal, acak-acakan, dan teratur maka bisa dipastikan pribadinya pun demikian adanya.

Tentu saja penampilan yang rapi dan bersih tersebut menjadi kebaikan sepanjang niat dan cara kita benar. Niat agar orang lain tidak terganggu dan merasa kecewa, niat agar orang lain tidak berprasangka buruk, dan niat agar orang lain senang dan nyaman terhadap penampilan kita.

Tapi yang harus diperhatikan adalah bahwa selama ini kita terlalu sibuk bercermin dengan ‘topeng’ belaka. Topeng make up, seragam, jas, dasi, sorban, atau aksesoris lainnya. Sungguh, kita terlalu sibuk dengan topeng itu, dan tanpa disadari kita sudah tertipu dan diperbudak oleh topeng buatan kita sendiri. Kita sangat ingin orang lain menggap diri kita ini lebih dari kenyataan sebenarnya. Ingin tampak lebih pandai, lebih gagah, lebih cantik, lebih kaya, lebih shaleh/ah, lebih suci, dan lebih-lebih lainnya. Yang pada akhirnya, selain harus bersusah payah agar ‘topeng’ ini tetap melekat, kita pun akan dilanda ketegangan dan khawatir, takut kalau ‘topeng’ ini terbuka, yang berakibat orang tahu ‘siapa kita sebenarnya’.

Allah menciptakan kita tidak main-main dan kita diciptakan tidak untuk main-main, Allah menciptakan manusia agar berpikir, bahwa hidup bukanlah hanya hidup, hidup adalah waktu untuk kita beribadah, hidup adalah kesempatan bagi kita untuk mengumpulkan amal sebanyak mungkin agar mendapat nikmat-Nya yang jauh lebih luar biasa, surga-Nya.

You May Also Like

2 komentar

  1. baca ini jadi teringat sebuah lagu lama yang dulu sangat saya suka. Lagu nasyid berjudul Cermin Tak Pernah Berdusta, yang isinya juga muhasabah diri, bahwa yang terlihat topeng belaka... Jadi kangen lagu itu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah, aku nggak pernah dengar lagunya tuh Mbak, mungkin bisa dicari dari Mbah Google :))

      Delete

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa