Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

Rasa percaya diri itu nggak dibuat, tapi ada karena hasil melatih diri.

by - Wednesday, December 07, 2016

Katanya, seseorang bergolongan darah AB memiliki kepercayaan diri tinggi. Well, hal itu mungkin berlaku untukku, tapi mungkin nggak semua orang setuju dengan hal tersebut. Tapi kali ini aku nggak akan bahas hubungan kenapa golongan darah menentukan kepercayaan diri. Kayaknya sih, nggak banyak hal yang relate antara dua hal tersebut. Secara ilmiah ada atau nggak? Monggo cari sendiri, aku sih gak mau *eh, becanda aja.


Percaya diri, confidence.

Apa yang pertama kali tebersit dalam benakmu saat terbayang kata tersebut? Buatku, sesimpel menjawab “THAT’S ME!!!”. Buat teman-teman yang mengenalku—secara langsung atau lewat media sosial, mungkin sebagian besar setuju mengatakan bahwa aku anaknya PD banget, kelewat PD bikin malu-maluin makanya. Sisa sebagian kecilnya bilang Acipa sebagai apa? Heboh nggak jelas, hehe.

Aku mulai menelusuri sebenarnya dari mana sih rasa percaya diri itu muncul (?) Sejak dari kandungan ibu kah, dipupuk dari masa kecil kah, atau dilatih seiring bertambah umur dan pengalamannya seseorang kah? I think, all of them are the right answer. Agree?


Rasa percaya diri itu nggak dibuat, tapi ada karena hasil melatih diri. Eh, ini quote not so quotable, hehe. Dari yang aku alami aja ya, aku pikir aku mulai berani untuk PD dalam berbagai situasi itu saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Keadaan nggak pernah memaksaku untuk tampil berani dan begitu percaya diri, tapi dari keadaanlah yang menjadi wahanaku untuk mulai mengembangkan pendidikan karakter bangsa.

Aku nggak pernah bilang nggak saat ditawari guru untuk maju ke depan mengerjakan soal di papan tulis. Mungkin, bagi sebagian teman itu dianggap sebagai ‘hukuman’ karena nggak memerhatikan penjelasan materi pelajaran dengan baik di kelas. But, who’s care and i don’t care, apapun niat dan tujuan dari seorang guru, aku pikir itulah jalanku untuk memupuk kebanggaan karena rasa percaya diriku. Ahzek!

Dan hasil membuktikan, selama masa-masa sekolah, nilaiku cukup memuaskan untuk ditunjukkan pada orangtuaku. Aku merasa percaya diri adalah satu dari sekian banyak effort yang kuperjuangkan. Cie, sombong :P


Tapi, semenjak kuliah dan saat negara api menyerang, semua itu berubah.

Nggak deng, rasa percaya diriku masih ada, masih sebesar apa yang selalu ingin aku usahakan, meski tantangan yang kuhadapi tentu sangat jauh berbeda dengan apa yang telah kulalui di masa silam. Rasa percaya diri itu nggak dibuat, tapi ada karena hasil melatih diri. Karena memasuki fase yang berbeda dengan masa-masa sekolah kemarin, aku mulai berjuang lebih keras lagi untuk melatih diriku, mengusir jauh rasa minder, dan tetap seantusias itu untuk mempertahkan rasa percaya diri.

Karena saat kamu nggak PD, kamu kehilangan jati dirimu.

Owh, ini cukup quotable.


Berada di kampus miniatur Indonesia, dengan banyaaaa~aaaak dan beragam hal yang berbeda membuatku merasa beruntung untuk mengasah kemampuan dalam berbagai hal, terutama bagaimana menjadi percaya diri dan berhadapan dengan segala hal yang bervariasi itu.

Makanya, supaya confidence-nya nggak luntur, sejak awal masuk kampus, aku memasang target untuk ikut aktif dalam berbagai wadah yang menunjangku untuk makin belajar dalam hal pengembangan diri, salah satunya berkegiatan dalam kepanitiaan(s).

Sejak 4 bulan lalu, tanpa maksud menyombongkan diri tapi pamer aja sih, sederet kepanitiaan sudah pernah kujajaki satu per satu. Unit kegiatan mahasiswa yang menuntut modal untuk tampil percaya diri juga menjadi satu dari sekian hal yang harus kulakukan semasa kuliah, bahkan nggak tanggung-tanggung, aku mengambil tiga komitmen langsung untuk menjadi seorang announcer, MC, dan reporter—yang amat berseberangan dengan program studi yang kuambil. Dan hingga detik ini, aku masih dan akan selalu takjub pada diriku sendiri karena selalu percaya bahwa aku bisa melakukannya.

Aku percaya menarik soal penampilan itu relatif, tergantung bagaimana seseorang mendefinisikan 'menarik' itu dan goal apa yang ingin ia capai. Dalam situasi ini, teman-temanku tentu saja banyak yang berpenampilan menarik dari segi fisik, but... who's care and i don't care, buatku aku tak seideal mereka bukanlah masalah selagi aku percaya pada diriku sendiri, tapi saat aku nggak PD maka lunturlah harapanku untuk naik tingkat dan menggapai mimpi-mimpiku.

Serioxyl Confidence choose INVICIBLE for me ^^

Begitu katanya hasil kuis yang kuikuti di Serioxyl Confidence dari dengan L'Oréal Professionnel. Kamu percaya aku tipe INVICIBLE? Jangan, aku mah invisible *eh, hehe.
 
Kupikir, apa yang kita dapatkan dari masa lalu, apa yang kita lakukan dari hari ini, dan apa yang akan kita capai di masa depan bakal menentukkan seberapa besar tingkat kepercayaan diri kita. Karena...

Rasa percaya diri itu nggak dibuat, tapi ada karena hasil melatih diri.

Dari masa lalu, sekarang, dan masa depan.

Cie.

You May Also Like

3 komentar

  1. Melatih diri supaya percaya diri ya, setujuuh. sekarang aku akan bangun rasa percaya diri anakku nich, ngelatih dengan sabar tentunya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget Mak, sabar juga satu dari poin penting untuk bisa PD. Semoga anaknya PD ya, tapi jangan over (kayak aku), hehe :D

      Delete
  2. bagus artikelnya,,, intip blogku juga ya,,, www.beqisyu.blogspot.com

    ReplyDelete

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa