Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

Tentang Hal yang Bisa Kita Lakukan Setiap Saat

by - Monday, May 23, 2016

Karena bahagia itu pilihan. Sesulit apapun masalahmu, keputusan untuk terpengaruh atau nggak sepenuhnya adalah hak kamu yang bakal menentukan mood kamu nantinya.

Belakangan aku jadi senang untuk akses Youtube dan download tutorial DIY Room Decor, nggak hanya dapat ide untuk make over kamar sih, tapi juga seringnya dapat inspirasi karena bisa jadi tiap hari aku nontonnya. Inspirasi apa aja ya, selain yang udah aku sebut tadi, tentunya inspirasi jiwa—soal semangat. Para Youtuber itu sering banget pakai kutipan-kutipan buat projek mereka, sesimpel “Dream Big”, “Work Hard”, “Good Vibes”, sampai yang rada aneh semacam “Stay Weird”, “Young, Wild, and Free”, dan banyak kutipan lain yang so tumblr-ish.

Dan itu berpengaruh banget! Aku ngerasa itu benar-benar impactful, sampai akhirnya kemarin pagi aku mutusin buat ngasih judul blog ini “let the ‘Good Vibes’ flow in”. Rasanya quote good vibes sering banget aku temukan dimana-mana, sampai beberapa waktu lalu aku pernah bikin DIY di papan triplek bekas prakarya Ikmal, modal cat minyak sisa ujian praktik aku, dan kuas yang juga sama bekasnya xD Hemat uang tapi hasilnya keren kok!


Melakukan yang terbaik itu perlu, harus malah. Karena kita hidup ditakdirkan untuk menjadi manusia yang terbaik sebaik yang kita bisa. Berlomba-lomba untuk kebaikan juga diperintahkan-Nya kan? Lalu, ada alasan apa lagi buat kita untuk menunda-nunda kebaikan itu?

Kita sadar—atau aku—bahwa sepenuhnya kita belum bisa jadi yang terbaik, menurut siapapun itu. Kadang, yang terbaik menurut kita nggak baik menurut orang lain. Kadang juga, yang menurut orang lain terbaik buat kita nggak baik menurut kita sendiri. Jadi apa ya? Tentu, yang terbaik menurut-Nya akan selalu jadi yang terbaik untuk semua, meski seringkali kita menganggap itu nggak baik atau nggak kita suka sama sekali.

Dan aku—kita semua—selalu berusaha menambah kebaikan tiap harinya, karena kita sadar... bahwa sebenarnya semua manusia di muka bumi ingin menjadi yang terbaik. Dengan cara apapun itu, kita selalu mengupayakan hal-hal yang baik terjadi, supaya kita juga mendapat yang baik pula.


Seperti halnya Hukum III Newton, aksi akan selalu memberikan reaksi. Gaya F1 selalu ditulis positif, sedangkan gaya F2 selalu ditulis negatif. Tidak berarti ada gaya yang negatif, hanya menyatakan bahwa gaya reaksi tersebut adalah hasil dari gaya aksi yang diberikan, yang membedakan hanyalah arah kemana gaya itu.

Begitu pula kebaikan, kita memberikan aksi saat kita berbuat baik—pada diri sendiri, orang lain, Tuhan—maka hanya tinggal menunggu waktu kapan ada reaksi pada diri kita. Kadang reaksi kebaikan itu nggak perlu ditunggu sih, atau berharap terlalu cemas menginginkan reaksi yang kita mau, karena boleh jadi reaksi itu datang dalam waktu cepat atau bahkan lambat sekali, karena boleh jadi reaksi itu datang sesuai dengan keinginan kita atau bahkan nggak kita harapkan sama sekali. Tapi toh, Tuhan selalu punya kebaikan yang terbaik kan atas kebaikan apa yang telah hamba-Nya lakukan? Selalu.

Nggak cuma tentang itu—tentang kebaikan dibalas kebaikan, kita juga perlu untuk menempatkan diri di antara orang-orang terbaik. Lingkungan punya dampak yang besar dalam kehidupan kita. Maka, saat kita dikelilingi orang-orang baik, bukan nggak mungkin setiap saat kita bakal terbawa pengaruhnya. Seenggaknya saat kita dicap nggak baik pada awalnya, tapi saat ada di antara mereka yang percaya makna kebaikan akan selalu ada jalan untuk belajar menjadi baik. Sedikit terpaksa, memang, tapi kalau terbiasa dan dibiasakan, urusan kebaikan kelak bakal jadi sebuah ke-bisa-an yang bisa kita lakukan.

Di sisi lain, peristiwa gaya akan selalu dipengaruhi faktor luar, sebut saja salah satunya gaya gesek. Gaya gesek ini bisa jadi memudahkan atau malah menyulitkan, tergantung ke arah mana dan seberapa besar gayanya. Kalau dioperasikan, hasil gaya ∑F ini bisa jadi semakin besar atau mungkin juga semakin kecil—seperti yang aku bilang tadi, tergantung faktor gaya geseknya itu.

Adalah rasa ikhlas yang aku ibaratkan sebagai gaya gesek itu. Sesuatu yang abstrak namun amat perlu dilakukan ketika melakukan banyak hal, termasuk juga kebaikan. Ikhlas dalam niat, ikhlas dalam mengerjakannya, dan ikhlas dalam menunggu hasilnya. Tapi errr..., soal hasil baiknya nggak perlu ditunggu deh, ikhlaskan saja. Kita manusia, ada Tuhan yang punya kekuasaan terbesar mengendalikan semuanya. Yang bisa kita lakukan nggak lebih dari selalu berbuat kebaikan setiap waktunya, serahkan saja hasilnya pada kehendak-Nya. Do the best, and let God take the rest.

Tapi ada juga sih faktor luar kalau gaya itu ditempatkan di tempat yang licin atau kasar.


You May Also Like

12 komentar

  1. Jadi inget, waktu SMA juga aku pernah nyambung-nyambungin rumus fisika sama kehidupan nyata kayak gini xD
    Tapi waktu itu nulisnya cuma di jurnal, gak di blog. Gaada akses internet memadai x')

    Ikhlas itu harus dilatih ya cip. Biar kitanya juga bisa berbahagia :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak tau deh, efek baru baca buku Fisika Dasar buat kuliah kali ya :D

      Yap, biar jadi kebiasaan juga :)

      Delete
  2. Asli keren banget artwork-nya.

    Btw, nice post. Gue jadi ngerasa bercermin apakah gue udah melakukan semua hal terbaik agar bisa dapet kebaikan juga. Fisika itu rumit dan gue nggak ahli di bidang itu, tapi gue bisa ngerti dari penjabaran yang diaplikasikan ke kehidupan. Good job!

    Mari bahagia!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih >w<

      Sama-sama untuk terus belajar kebaikan setiap hari ya A, nggak tau kapan mahirnya, tapi kalo urusan kebaikan rasanya perlu rutin dilakukan. Well, soal materi Fisika itu emang kebetulan juga sih ya, yayness :D

      Delete
  3. Good vibes!

    Your posting is good. Apa yang kamu tulis menularkan perasaan positif kepada pembaca.
    Nice.

    Keep writing!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you ^^

      Syukurlah kalau itu spread good vibes :D

      Delete
  4. Gue juga balakang suka banget liat2 dekorasi kamar atau ruang tamu, emang butuh banget insfirasi.

    Keren nih hha disambungin sama fisika ya. Anak IPA nih hahaha
    Dulu juga zaman sekolah suka nyambungin hal-hal alam sama macam-macam kejadian, tapi yang paling favorite sih analogi move on dan daur hidrologi hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada banyak tuh Kak di ig, youtube, printilan buzzfeed lah itu, mau bikin semua tapi modalnya rada gede juga, tapi worth it sih ya xD

      Daur hidrologi nggak akan selesai di satu titik, sama kayak move on ya? :D

      Delete
  5. kupikir tulisanmu baka se-unyu templatenya, ternyata berat banget. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah, kayaknya ada yang perlu diubah, antara templateku yang harus agak dewasa atau tulisanku yang harus diunyukan, haha...

      Anggap aja kayak dua sisi koin Kak ^^

      Delete

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa