Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

Bersyukur Lagi, Bersyukur Terus

by - Saturday, August 02, 2014

Bismillahirrahmanirrahim...

Satu hal yang aku senangi akhir-akhir ini adalah aku bersyukur karena telah diberi penyakit oleh Allah. Lho? Tiga minggu terakhir ini, beberapa minggu meninggalkan blog semua dikarenakan alasan yang cukup logis, Syifa terserang thypus sekaligus demam berdarah. Dua penyakit yang pernah diidap banyak teman dan mulai dihindari agar tidak menyerang ke dalam tubuh ini.

Ini baru sebagian, lho

Namun, lain cerita lain nasibnya, Allah menurunkan cobaan itu sampai-sampai selama tiga minggu Ramadhan lalu hanya terbaring lemah di atas kasur, dirawat Mamah, sampai diminumkan macam-macam obat yang nggak aku kenali jenisnya. Perawatan infus pun nggak bisa ditolak, selama tiga hari terakhir pengobatan cukup menyebalkan karena harus dimasukkan cairan yang entah apa namanya dan malah makin menyusahkan apalagi ketika ingin buang air. Aku bersyukur karena dengan penyakit ini, aku sadar bahwa aku butuh ‘waktu’ untuk mengistirahatkan jiwa dan raga setelah sekian lama menyibukkan diri dengan berbagai pekerjaan sekolah.


Sama halnya dengan apa yang dialami Kak Naelil, tapi kali ini yang Kak Naelil alami mungkin berbeda. Tidak, yang pasti Kakak yang satu ini tidak harus sakit dan memang tidak sakit. Tapi, satu yang aku suka darinya (walau baru pertama kali berkenalan) adalah rasa bersyukurnya.

Dari blog post berjudul Keajaiban Bersyukur, ada banyak hal yang aku pelajari.

Seperti kegalauan yang dialami Kak Naelil saat ingin mengunjungi British Education Expo 2014 di Jakarta beberapa waktu lalu, aku pun sama galaunya. Baru kemarin dapat email pemberitahuan bahwa tiket pre-sale Festival Indonesian Youth Conference sudah mulai dibuka. Selain harganya yang cukup terjangkau, dengan 1 tiket tersebut akan ada banyak keuntungan yang didapatkan sang pembeli. Namun, sayang beribu sayang, dari sekian banyaknya, yang jadi masalah adalah nanti bareng siapa dan bagaimana pergi ke Jakarta-nya? Kalau saja punya akses, atau setidaknya Syifa sudah sedikit lebih dewasa mungkin Mamah juga nggak sungkan untuk memberikan izin.


Sama halnya seperti yang dialami Kak Naelil, kadang aku mengeluh sendiri, kenapa ya harus tinggal di kampung yang jauh dari kota begini? Bahkan untuk menuju Kota Bandung pun perlu waktu yang tidak sebentar dalam menempuh perjalanannya. Kalau saja bisa lahir dan hidup di kota besar seperti Jakarta atau Bandung, mungkin akan lebih mudah buatku mengakses banyak tempat, mulai dari lembaga bimbingan belajar, pusat perbelanjaan, restoran, sampai toko buku (yang biasanya selalu jadi tujuan favorit kalau pergi ke Kota Bandung). Tapi, aku sadar, mungkin Allah menempatkanku di kampung ini, lahir, tumbuh, dan berkembang disini agar aku bisa lebih tumbuh ‘menyatu dengan alam’, mengingat kontaminasi di kampung masih ‘lebih bersih’ dan lebih natural, menurutku.


Dari blog post Keajaiban Bersyukur juga, aku cukup terkejut ketika mengetahui Kak Naelil bisa mendapat hadiah BlackBerry Apollo. Sebuah hadiah yang menurutku kecil kemungkinan peluang mendapatkannya. Tapi ternyata Allah sayang sama Kak Naelil, Dia memberikan apa yang sedang dibutuhkan Kak Naelil saat itu. SubhanAllah ya...

Belum lagi cerita tentang naskah Kak Naelil yang ditolak penerbit indie, walaupun begitu pada akhirnya naskah tersebut malah diterbitkan di Majalah Horison. Wow, bukan main senangnya jika saat itu aku yang berada di posisi Kak Naelil.


Yang jelas, saya percaya dan yakin bahwa setiap kali kita bersyukur, Allah SWT akan menambahkan nikmat-Nya kepada kita. Saya buktinya. Saya telah merasakan betapa luar biasanya keajaiban bersyukur. Betapa luar biasanya keagungan Allah SWT!

Ya, aku juga percaya akan keajaiban bersyukur itu. Di kala kita mendapatkan nikmat, lalu kita mensyukurinya, kadang disadari atau tidak Allah malah makin menambah nikmat-nikmat tersebut. Sampai 14 tahun 11 bulan ini, entah sudah berapa nikmat yang Allah berikan buat aku. Pada intinya, aku selalu percaya bahwa Allah memberikan apa yang kita butuhkan tidak selalu apa yang kita inginkan.


by.asysyifaahs♥

You May Also Like

4 komentar

  1. Sekarang gimana, Kak Syifa? Sudah sehat kembali kah?
    Saya dulu juga pernah kena demam berdarah, seminggu ngamar. Dan itu nggak enak banget. Tapi, setiap cobaan pasti selalu ada hikmahnya. Cobaan; tanda Allah itu sayang :))

    Setuju sama ini, "Pada intinya, aku selalu percaya bahwa Allah memberikan apa yang kita butuhkan tidak selalu apa yang kita inginkan."

    Bersyukur, dan lihat apa kejutan Allah :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah sudah, tinggal pilah-pilih makanan dan atur polanya aja Kak Nae...

      Yap, ayat di Qur'an Surah Ibrahim itu selalu bikin motivasi, apalagi pernah dijadikan materi pidato, dan Alhamdulillah menang :D

      Delete
  2. syifa sakit yah? udah sembuh belum? cepet sembuh ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah udah sembuh Kak, tinggal pilah-pilih makanan dan atur polanya aja :D

      Delete

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa