Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

Mimpi: Dulu, Sekarang, dan Nanti

by - Wednesday, June 26, 2013


                   Bu Guru    : Kalau kalian sudah besar, mau jadi apa?
                   Murid        : *krik krik*

Dulu, waktu SD, sering banget ditanyain demikian. Dan jawabannya, hampir sama, GURU. Iya, kebetulan, waktu kelas 2 SD dulu, gurunya baik, cantik, ramah, perhatian lagi. Secara nggak langsung, aku dan temen-temen kayak mengidolakan beliau, juga bermimpi suatu saat nanti bisa seperti beliau, jadi Guru.



Ibu Asri, guru kami tercinteh

 Ada juga sih yang pengen jadi Dokter, Polisi, Pedagang, bahkan Ustadz. Hehe... Tapi, kalau ditanya mengenai MIMPI, jawabannya lain lagi. Ada yang pengen sukses, berhasil, kaya, punya rumah, mobil, motor, dan lain-lain. Ah iya *cerita sedikit* ada temen aku, namanya Razak, kalau ditanya mimpi, pasti jawabannya lucu, pengen jadi suaminya Fitri (menikah, red). Maklum, dulu kan masih kecil, dan ketika tahu jawabannya begitu, selalu bikin ketawa sekelas. Hihi...

Kalau cita-cita dan mimpi Syifa apa?

Dulu, pernah bermimpi pengen jadi orang sukses dan bisa banggain Mamah dan Abah *panggilan kecil buat Ayah*. Walaupun dulu belum paham betul mengenai arti “sukses” yang sebenarnya. Terus juga, nggak tahu dengan cara apa bisa banggain orangtua. Yang penting, jadi sukses dan membanggakan, itu prinsip waktu kecil.

Kalau cita-cita kecil aku itu pengen jadi GURU. Selain pengen kayak Ibu Guru tadi, juga di keluarga, baru beberapa orang aja yang jadi guru. Selebihnya, masuk dalam dunia bisnis.

Semakin besar, sampai aku umur 13 tahun ini, mimpi nggak pernah berubah. Yang ada, bertambah. Sekarang, mimpi aku itu pengen SUKSES DUNIA AKHIRAT; BANGGAIN ORANGTUA, KELUARGA, SAHABAT, GURU, TEMAN, bahkan ORANG YANG MEMBENCI. Sebenarnya, itu-itu aja sih, cuma konteksnya aja yang lebih meluas.

Tapi, kayaknya cita-cita juga bertambah. Nggak cuma jadi guru aja, pengen jadi Pengusaha, Penulis, Insinyur, dan Presiden. Hihi... Sebenarnya, Mamah support banget kalau aku pengen jadi guru, tapi Ayah mungkin nggak terlalu. Katanya sih, harus jadi Pengusaha atau kalau nggak Proffesor gitu. Ya aku sih terima aja sarannya, selagi itu masih baik.

Terus juga, planning ke depan, aku mau masuk SMAN 1 Cililin. Mamah dan Ayah “agak” kurang mendukung. Mereka punya keinginan tersendiri buat aku. Mamah, pengen aku masuk SMA Darul Falah. Kenapa? Biar aku masuk pesantren dan mondok disana. Ayah, pengen aku masuk SMKN 1 Cimahi, karena potensi untuk kerja lebih besar. Dari situ, mulai bingung, memang prestasi dan lainnya kedua sekolah itu bagus, tapi kalau kehendak hati dan kehendak Allah buat sekolah di SMAN 1 Cililin, ya udah disana aja, daripada terpaksa, malah nggak baik dijalaninnya. Iya kan? :D

Rencana lebih jauhnya lagi, aku berniat mau masuk UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), dan ambil Fakultas MIPA. Selain memang suka pelajaran eksakta, juga kesempatan untuk jadi guru bidang MIPA memang lebih besar sih. Dan lagi-lagi, orangtua kurang setuju. Keduanya pengen aku masuk UNPAD (Universitas Padjadjaran) atau ITB (Institut Teknologi Bandung). Ya, okelah, mungkin pemikiran kuliah bisa diubah lagi untuk nanti.

Kalau ditanya, ‘mau kerja apa?’, agak bingung juga. Belum ada bayangan pasti mau kerja apa dan bagaimana. Tapi, satu demi satu rencana dan kesempatan mulai berdatangan, padahal SMA aja belum. Ayah nyuruh aku buat kerja di perusahaannya, ngutak-atik komputer, berhadapan dengan berkas-berkas, jalan-jalan buat meeting, dan hal yang berhubungan dengan ‘perkantoran’. Nah, kalau Mamah, nyuruh aku buat kerja di tempat orang aja, alasannya sih nggak tau apa, pokoknya kerja.

Selalu bingung dengan dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama baik. Ayah maunya gini, Mamah maunya gitu. Sedangkan aku, lain lagi dari mereka. Aku pengen punya dunia usaha sendiri. Merintis karier pribadi, jadi direktur, dan punya perusahaan sendiri. Amin...

Keputusan aku ini, nggak semata-mata turun menimbuk datang jatuh dari surga, tapi memang akhir-akhir ini aku pengen coba buat bikin usaha sendiri. Malahan, aku sama temen-temen juga lagi dagang kecil-kecilan, kita jualan bros, tempat pensil, pouch, keychain, yang semuanya terbuat dari kain flanel. Lumayan buat uang jajan sama belajar bisnis juga.

Oh iya, sejak kecil, aku juga udah terbiasa buat bikin catatan impian. Ditulisnya sih nggak harus di satu buku yang pasti. Nulis mimpi itu boleh dimana aja kok. Bahkan, buku tulis bagian belakang selalu penuh dengan rentetan impian dan harapan waktu kecil, bahkan sampai sekarang juga sih. Hihi...

Namun, nggak cuma ditulis di buku aja, aku juga sering nulisnya di note handphone, terus di capture, terus dijadiin walpaper. Biar pas pertama kali lihat layarnya, langsung inget. Kadang juga ditulis di Ms. Word, jadi kalau nggak ada kerjaan saat menghadapi komputer (write-block, stuck, boring) bisa sedikit menulis juga. Hehe...

Mmm...Aku inget pepatah seorang teman ke aku. Gini katanya...

“Cha, bagaimanapun dan apapun mimpi dan cita-cita kamu, selagi itu masih baik dan diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, jalani aja. Perjuangkan sekuat tenaga, jangan pernah menyerah kalau kamu gagal. Apa kata orang yang bikin kamu drop, abaikan aja, mereka cuma iri sama kamu. Toh, kalau memang itu udah jalan hidup yang ditakdirkan Allah, mau gimana lagi? Keep On Fighting Till The End ^^”

Diikutsertakan dalam Giveaway Tuppy, Buku, dan Bipang di www.argalitha.blogspot.com




You May Also Like

17 komentar

  1. Semangat-semangat
    semoga tercapai mimpimu ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin...Terimakasih Kak Vera. Semoga impian Kakak berhasil juga ya ;)

      Delete
  2. Betul, jangan menyerah untuk memperjuangkan cita-cita.

    Salam blogger ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kak, karena cita-cita itu bisa jadi motivasi untuk hidup. Bahkan, aku pernah bercita-cita pengen masuk surga. Hihi...


      Salam Blogger ^^

      Delete
  3. yup! Keep On Fighting Till The End ... mari terus berjuang, Sayang ^^
    semoga segala impianmu terwujud yaaa. jangan malas belajar! :p

    terima kasih, sudah terdaftar ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku dapat kata itu dari Kak Maya. Hihi...
      Iya, InsyaAllah gak akan nyerah buat dapat cita-cita. Mbak Tha juga ya, bermimpi untuk dapat hadiah dan menikah. Hehe...


      Oke, wish me luck :)

      Delete
  4. aku juga suka beda pendapat sama org tua ,hhi tapi yah coba dijalanin aja dulu. ntr juga ketemu yg pas -ny yang maanaa:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kak. Kata orang, jalan dari orangtua itu selalu terbaik. Tapi, Mamah sama Ayah ikhlas banget buat ngasih keputusan sendiri ke aku. Mungkin yang terbaik itu memang dari diri sendiri :D

      Delete
    2. sama :) ortua ak jg bebasin ak buat nentuin pilihan sendiri. dan karena setiap pilihan ada konsekuensi-nya, jadi yah mesti siap jg ngatasin konsekuensi itu sendiri :D

      Delete
    3. Iya, apapun pilihannya ya harus terima akibatnya. Tapi...InsyaAllah orangtua selalu doain yang terbaik buat anaknya :)

      Delete
  5. saya suka pesan temannya :) jangan menyerah ya mbak...hehe salam knal..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, teman saya itu bisa dikatakan motivator saya juga :D Terimakasih ya :)

      Salam kenal juga, panggilnya Syifa aja, kan masih 13 tahun :D

      Delete
  6. cita-cita yg terbaik adalah bisa bahagiakan orangtua kita :-D dan insya Allah kita bisa selamat dunia akhirat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin... Itu juga jadi salah satu cita-cita terbesar saya :D

      Delete
  7. Ehhhh....13 tahun udah SMA?!? Wow, banget!! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi...Mbak Luckty bisa aja, kelewat muda masuk sekolahnya aku ini :D

      Delete
  8. buat sebagian orang juga bilang kalo hidup dimulai dari mimpi :)

    Percaya-gak-percaya, tapi memang kadarnya kalo orang hidup gak punya impian mereka layaknya zombie. Gak ada target yg buat mereka lebih semangat (padangan pribadi) :D

    ReplyDelete

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa