Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

Lost Februari

by - Saturday, April 06, 2013


LOST FEBRUARI

Seandainya kamu tahu, aku ini kisah masa lalumu.
Hari berlalu dan kini Yomi akan menunggu setahun lagi untuk bisa bertemu dengannya. Yomi mencoba berhenti namun hatinya tetap memaksa untuk pergi. Yomi harus mengikuti waktu yang semestinya terjadi. Ah, siapa juga yang peduli –batinnya.
Yomi memang tak bisa untuk menunggu lagi. Februari dan janji itu mungkin hanya bualan bocah ingusan yang asal bicara, seasal ucapannya yang selalu dibenarkan oleh Yomi. Yomi dan penungguannya itu hanyalah cerita romantis yang tak ada artinya. Yomi sadar akan hal itu.
Yomi ingat betul bagaimana dulu, sejak dia harus memutuskan pindah kota ke Yogyakarta, tinggal bersama dengan Eyangnya. Dia baru tahu seorang bocah kecil menyukainya.
“Awan itu kaya kapas, empuk. Tapi lebih kaya aromanis, kayanya manis deh, tapi kayaknya manisan kamu. Aku suka kamu, Yomi,” ungkap bocah kecil itu.
 Walaupun hanya suka sebatas cinta monyet namun hal itu membekas pada hati Yomi. Membuatnya meninggalkan separuh hatinya itu agar dia dapat mengambilnya nanti. Yah, nanti. Sampai Yomi akan kembali ke Banjarmasin lagi. Seperti yang dijanjikan oleh bocah itu, dia akan menunggu Yomi di taman komplek rumahnya setiap bulan Februari. Pasti, tepat di bulan ulang tahun Yomi.
Yang menemaninya hanyalah Bintang. Dulu, di tahun pertama Yomi memutuskan pindah ke Banjarmasin lagi setelah Eyangnya meninggal, dia bertemu dengan Bintang. Saat itu hari terakhir di bulan Februari dan mustahil kalau bocah kecil itu masih menunggunya disini. Yomi menceritakan semuanya pada Bintang. Dan itu semua membuat mereka berada bersama dalam tali persahabatan, sampai saat ini.
“Sudahlah, buat apa kamu menunggunya dan menunggunya lagi. Dia gak akan pernah nemuin kamu. Dia mungkin udah lupa sama kamu,ungkap Bintang.
Yomi hanya diam. Memandang ke atas langit dan berayun-ayun di ayunan taman kompleksnya ini.
“Awan itu kaya kapas, empuk. Tapi lebih kaya aromanis, kayanya manis deh, tapi kayaknya manisan kamu.” ungkap Bintang lagi.
Yomi memandang Bintang. Hatinya bergetar hebat, apakah Bintang bocah kecil itu?

You May Also Like

0 komentar

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa