Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

#LetterstoAubrey from Kak Syifa - Feel With The Heart

by - Friday, August 08, 2014

Hello Ubii,

What’s up your day? Is tres bien? Korp khun ka if today you’re fine and all right. Okay, let me introduce my self, please? Annyeonghaseyo und sawatdee kaa, nama Kakak Asy-syifaa Halimatu Sa’diah, but Ubii can call me with Kak Syifa. Kalau Ubii belum kenal, coba tanya Mami Gesi, pasti beliau bakal bilang bahwa Kak Syifa ini the one and only makhluk yang chubby unyu menyunyu-nya kebangetan. Beneran deh!

Eh, Ubii paham nggak tuh sama intermezzo ala Kak Syifa? Kayaknya selagi Ubii baca surat ini, sedikitnya Ubii bisa mengerti ya bahasa gado-gado Kakak itu, hihi lucu aja ya kalau bahasa yang Kakak kuasai dicampur-campur dan malah bikin Ubii jadi heran. Eh, Ubii nggak lagi mengerutkan dahi tanda kebingungan kan? Hehe, belajar banyak bahasa ya, biar paham sama celoteh pembuka Kakak tadi :D

Letters to Aubrey - Copyright by ASYSYIFAAHS

Dear Ubii,
Kakak udah kenal Ubii banyak, tapi Ubii kayaknya belum kenal Kakak deh, jadi sekali lagi tanya Mami ya, dijamin deh kalau Ubii tanya tentang Kak Syifa pasti Mami bakal jawab yang baik-baik. Iya kan Mami Grace? *kedip kedip* Nah Ubii, sebelum Kakak menulis banyak cerita di surat untuk Ubii ini, boleh ya kita berceloteh santai dulu, nggak usah yang serius ah, nanti malah jadi stres lho kayak Kak Syifa yang terlalu serius memikirkan banyaknya tugas sekolah, hihi.

Selagi baca surat ini, Ubii udah kelas berapa ya? Masih TK, atau sudah berseragam putih-merah, atau mungkin jadi putih-biru, eh mungkin juga ya kalau Ubii udah jadi Anak Putih Abu-Abu? Waah, Kak Syifa pasti bakal senang deh kalau seandainya Ubii bisa membayangkan bahwa yang menulis surat ini sebenarnya baru jadi kakak kelas di masa SMA-nya, xoxo.

Nah Ubii, kalau seandainya (dan kalau bisa sih harus, maksa ya) mau kenal Kakak lebih banyak, boleh kok kita cerita-cerita ala perempuan ke Kakak. Baru 14 tahun gini sudah punya banyak pengalaman lho, yah walau pengalaman Kakak sebenarnya nggak ada yang bagus-bagus amat buat diceritain, pokoknya minta Mami buat ceritain siapa deh tuh seorang Syifa, kan Kakak udah terkenal ya sejagad raya ini, halah.

Dear Ubii,
Mau nggak ya Kakak ceritain satu sosok perempuan yang menginspirasi Kakak dalam beberapa waktu belakang ini? Tenang, walau Mami Grace adalah salah satu dari sekian banyaknya sosok perempuan yang punya andil dalam cerita hidup Kak Syifa, tapi ini bukan cerita tentang beliau, hehe *digetok sama Maminya Ubii*. Jadi gini lho Ubii, sini-sini duduk manis dan jadilah pembaca yang baik dari cerita Kakak ini ya. Shall we?

Helen Adams Keller
Namanya adalah Helen Adams Keller. Anak perempuan yang terlahir dari pasangan Kapten Arthur Henley Keller dan Kate Adam Keller. Beliau ini sebenarnya sudah cukup lama tiada di Bumi ini, tapi tahukah Ubii, walaupun demikian kisah hidupnya sampai saat ini benar-benar turut memberikan motivasi tersendiri buat banyak orang di seluruh dunia, termasuk Kak Syifa salah satunya. Mungkin, belum banyak yang tahu siapa itu Helen Keller, pssstt... Kakak aja baru tahu dalam beberapa bulan ini lho, mungkin Ubii malah baru mendengar namanya ya? Nah, jadi yuk kita telusuri cerita kehidupannya yang benar-benar penuh asa itu. Ubii mau? Harus mau!

Ubii kesayangan Kakak,
Helen Keller ini sebenarnya dilahirkan normal, beliau lahir pada 27 Juni 1880 di Tuscumbia, Alabama (wah, daerah mana tuh, Ubii cari tahu di peta ya!). Dalam beberapa bulan awal tumbuh kembangnya tidak ada ‘peristiwa khusus’ yang menandakan suatu hal yang mencurigakan bagi beberapa orang di sekitarnya. Namun, entah apa yang menjadi penyebabnya, di umurnya yang baru menginjak 19 bulan, Helen Keller ini mendapat suatu ujian dari Tuhan, Sayang. Tahukah Ubii apa bentuk ujian itu? Iya, beliau diserang ‘sakit misterius’ yang menyebabkan matanya buta dan telinganya tuli.

Dear Ubii,
Kata dokter saat itu, penyakit tersebut dinamakan “demam otak”, makanya menyebabkan Helen menjadi liar. Ia berubah menjadi anak yang sangat sulit diatur, menghancurkan piring-piring, dan meneror seluruh anggota keluarga dengan teriakan dan sikap amarahnya. Waah, Ubii nggak sampai seperti itu kan? Kasihan Mami Gesi kalau perabotan di rumah banyak dipecahkan, hehe. Bahkan banyak kerabat yang menganggapnya sebagai ‘monster’ dan menyarankan agar Helen ditempatkan di sebuah institusi saja :(

Anne Mansfield Sullivan Macy
Nah, ketika menginjak usia 7 tahun itu, kedua orangtuanya—Papi Arthur dan Mami Kate—mulai putus asa dengan kelakuan anaknya yang semakin tidak bisa dikendalikan. Hingga akhirnya orangtuanya bertemu seorang wanita bernama Anne Sullivan dan memintanya menjadi guru pribadi sekaligus mentor Hellen. Beliau seperti malaikat ya, Ubii :)

Ubii kebanggaan Kakak,
Butuh proses panjang agar Anne dapat mengendalikan kebiasaan Helen yang liar. Dengan tekun Anne mengajari Helen berbicara dengan gerakan mulut dan tangan dalam huruf braille, hingga ia bisa masuk kuliah di Radcliffe College (cabang Universitas Harvard khusus wanita) dan lulus dengan predikat magna cum laude. Wow, is tres bien, huh?

Benar-benar tak ada yang menyangka seorang Helen Keller yang buta dan tuli mampu mengukir prestasi sebagai seorang penulis, aktivis politik, dan dosen Amerika. Ia pun mendirikan American Foundation for the Blind dan American Foundation for the Overseas Blind, menulis artikel, dan buku-buku terkenal yang diterjemahkan ke dalam 50 bahasa, hingga berkeliling ke-39 negara untuk berbicara dengan para Presiden. Bahkan kisah hidupnya mendapatkan 2 penghargaan Oscar. Wah, keren ya Ubii?

Ubii yang Kayacinta,
Jadi siapa bilang orang yang memiliki keterbatasan tidak bisa luar biasa? Eh, menurut Kakak, Ubii juga sama luar biasanya kok dengan Helen Keller, atau mungkin Ubii bisa menoreh prestasi lebih membanggakan lagi dari Helen Keller? Semoga ya, Sayang.

Nah Ubii, salah satu ungkapan favorit dari Helen Keller yang pernah Kakak baca adalah “The most beautiful things in the world cannot be seen or even touched, they must be felt with the heart.” Hal paling indah di dunia ini tak dapat dilihat dan bahkan tak bisa disentuh, hal tersebut hanya bisa dirasakan dengan hati. Bahkan, hingga kini Helen Keller dianggap mewakili sosok tak berdaya yang mampu bangkit dan kemudian menginspirasi dunia. Spiritnya yang besar tak hanya menyalakan semangat hidupnya, tetapi semangat hidup banyak orang yang terinspirasi olehnya. Hingga kini bahkan semangatnya masih menyala terang. Itulah Helen Keller.


Aubrey Naiym Kayacinta,
Ubii mau sama menginspirasinya seperti Helen Keller? Yuk, ukir prestasi sejak dini, apalagi ya Ubii kan sudah banyak punya piala yang sangat lucu-lucu itu, pasti orang-orang akan lebih bangga sama Ubii kalau suatu saat nanti, ketika Ubii sudah besar, Ubii lebih banyak lagi meraih prestasi-prestasi yang mengagumkan, dan tentu saja membuat bangga Mami Grace dan Papi Adit. Ubii janji? Finger crossed.

Ubii, sepertinya surat Kakak ini terlalu panjang ya? Ah, tapi sih tidak sepanjang surat-surat dari Mami Ubii, iya kan? Hehe, maaf ya, soalnya Kak Syifa ini bukan tipikal orang yang kalau sekali bercerita, ceritanya akan singkat aja, nggak sama sekali. Pokoknya, walau rada-rada introvert, aslinya Kakak ini cerewet dan bawel lho kalau dalam urusan bercerita. Sama bawelnya seperti Mami Ubii nggak ya, hihi? Jadi, maaf ya kalau seandainya Ubii berpeluh keringat karena lelah membaca cerita Kakak. Tapi Kak Syifa jamin deh, Ubii bakal dapat motivasi tinggi dari surat Kakak ini. Yakin? Ya udah deh, sebelum Ubii malah jadi ngantuk, ada baiknya Kakak mengakhiri surat pertama untuk Ubii ini ya, lain kali, kapan-kapan Kak Syifa bakalan iseng ah kirim-kirim surat buat Ubii, tapi Ubii harus balas ya, oke?

So, Ubii. Thanks for you, thanks for Mommy Grace, and thanks for big inspiration for my life. Semuanya bakal Kakak kenang dan jadi pelajaran tersendiri buat Kak Syifa dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Baiklah Ubii, sampai disini dulu ya, bye and obrigado vor tudo.

Big kiss and hug with love,


Asy-syifaa Halimatu Sa’diah
by.asysyifaahs♥

You May Also Like

2 komentar

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa