Blog by @asysyifaahs. Powered by Blogger.

#1Hari1Ayat Hari ke-17 (Q.S. Ali Imran [3] : 102) "Iman dan Taqwa"

by - Friday, January 17, 2014




“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”
(Q.S. Ali Imran [3] : 102)

Iman itu yakin, sebuah keyakinan, bukan hanya percaya saja tapi juga yakin sepenuhnya. Iman itu nggak akan lengkap kalau tidak beriringan dengan taqwa, karena keduanya diibaratkan ‘dua sejoli’. Cieee...

Iman adalah yakin, diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan dilakukan dengan perbuatan. Sedangkan, taqwa sendiri adalah melakukan hal-hal yang diperintah-Nya dan menjauhi hal-hal yang dilarang-Nya.

Ada sebuah hadist yang meriwayatkan Umar bin Khattab ketika ditanya oleh Rasul tentang taqwa, dan beliau menjawab : “Taqwa adalah seperti ketika di hadapan kita dihamparkan pecahan kaca, lalu kita harus berjalan di atasnya. Maka kita akan berjalan perlahan dan hati-hati agar tidak terkena pecahannya”. Maksudnya adalah..., jika kita yakin kita mampu, pasti kita bisa.

Begitupun dengan keyakinan bahwa Allah itu ada dan mengawasi kita setiap saat, sehingga kita akan selalu berusaha melakukan yang terbaik dalam menjalani setiap jengkal kehidupan ini.

Ayat ini menyampaikan kepada kita pentingnya iman pada Allah, karena ia penentu kedudukan kita kelak. Kita juga dituntut untuk membiasakan iman ketika kita hidup, sehingga beriman pula saat meninggal.

Maksudnya adalah, jagalah keIslaman kita selagi dalam keadaan sehat dan senang, agar saat meninggal pun kita mati dalam keadaan Islam. Yang penting adalah kita harus melatih kebaikan-kebaikan kita di dunia, InsyaAllah Allah akan memberikan kematian yang baik bagi kita.

Ada pepatah mengatakan, seorang manusia akan mati berdasar apa hidupnya yang dia biasakan. Maksudnya adalah, saat seseorang mati, ia akan mati seperti kebiasaannya saat hidup, apakah baik atau tidak.

Kalau saat hidup kita banyak menjalankan hal-hal baik, InsyaAllah saat mati pun demikian. Begitupun sebaliknya, kalau saat hidup saja banyak melakukan hal-hal yang tidak baik, apalagi mati nantinya?

Sebenarnya tidak sulit menerapkan iman dan taqwa dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa memulainya dari hal kecil, dengan mengingat Allah contohnya. Kalau iman dan taqwa saja mudah dilakukan, kenapa harus dipersulit?

You May Also Like

0 komentar

Thanks for read my post. Leave a comment and I'll come to your home as soon as possible.

with ♥, acipa